Cara Membuat Pupuk Organik

Cara membuat pupuk organik sangat banyak caranya.
Jika anda mengetik di Google, maka akan menerima 279.000 situs yang membahas ihwal cara membuat pupuk organik.

Banyak orang yang mencari cara membuat pupuk ini sebab mereka berpikir bahwa dengan cara membuat sendiri maka akan menghemat biaya pemupukan tapi mampu meningkatkan hasil pertanian.

Seperti yang pernah aku baca, bahwa membuat pupuk organik cair itu prosesnya membutuhkan waktu yang agak lama, sekitar 2,5 bulan, namun balasannya sebanyak kurang lebih 1.000 Liter dari 100 L konsetrat pupuk hayati organik, mampu digunakan untuk ribuan hektar tanaman selama berbulan-bulan.
Namun kalau kebutuhan akan pupuk ini mendesak, biasanya toko-toko pertanian ada menjual pupuk hayati ini dalam botolan dengan harga sekitar Rp. 20.000-40.000/Liter. 
( )
Banyak
Karena proses dan cara pembuatan pupuk organik cair yang agak rumit dan susah serta membutuhkan waktu yang lupayan lama, maka sekarang berbagai bermunculan POC atau pupuk organik cair yang dijual dalam kemasan botol 1/2 liter, 1 liter bahkan ada yang hingga 100 liter.

Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing

Sumber: http://mkrplkotajogja.blogspot.com/p/pupuk-organik-dari-limbah-ternak.html

Pengolahan materi organik/limbah sangkar biasanya melihat kondisi kandungan air pada kotoran ternak, jikalau kotoran ternak pada kondisi lembap materi decomposer sebaiknya menggunakan decomposer padat/tepung, ditambah materi limbah organik lain (abu, sekam, dolomit, sersah tanaman) biar kelembaban materi organik dengan kadar air 40%.  Sedangkan bila kondisi kotoran ternak kering mampu meggunakan decomposer cair yang dilarutkan pada air kemudian disiramkan sekaligus untuk tujuan mengatur kelembaban dengan kadar air 40%.  
Teknologi pembuatan pupuk organik dari limbah sangkar atau kotoran ternak juga telah banyak dihasilkan dengan banyak sekali cara pengolahan. 

Berikut yakni salah satu cara pengolahan pupuk organik dari materi organik kotoran atau limbah sangkar ternak kambing.  

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING

BAHAN :

  1. 1 ton kotoran kambin
  2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)
  3. 200 kg bubuk sekam
  4. 4 kg primadec (decomposer)
  5.  6 kg pupuk SP-36

Alat :

  1. Cangkul
  2. Terpal
  3. Ember

Tahapan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP)  Kotoran Kambing

  1. Siapkan daerah atau hamparan yang ternaungi dan jikalau hujan daerah tersebut tidak tergenang air.
  2. Lakukan proses pencampuran bahan, biar mudah dan merata mampu dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  3. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan sersah materi organik lain setebal kurang lebih 30 cm dan taburkan dolomit, bubuk dan decomposer secukupnya.
  4. Kemudian siapkan pupuk SP-36 secukupnya dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disirampkan pada lapisan tersebut sampai kadar air mencapai 40%. Atau mampu diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  materi organik tidak pecah dikala genggaman tangan dibuka.
  5. Buat lapisan berikutnya sampai semua materi habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah sampai mengakibatkan timbunan baru.
  6. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup. 
  7. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan episode pinggir terpal diberi beban sehingga jikalau ada angin terpal tidak terbuka.
  8. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu ahad terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan santunan airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan dikala pembongkaran gundukan.

Cara aplikasi pada tanaman :
Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan dikala pengolahan lahan, Pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada episode ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada sempurna dibawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tahan. 

limbah
Image by: http://bertanibuahnaga.blogspot.com

Manfaat Unsur Hara Mikro Pada Tanaman

– Manfaat Unsur Hara Mikro Pada Tanaman –

Unsur Hara Mikro yaitu unsur hara yang diharapkan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. teladan Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl)

Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah: 

  1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vit. C 
  2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
  3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
  4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

Boron (Bo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-
Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah: 

  1. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam badan tanaman 
  2. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
  3. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
  4. Boron bekerjasama bersahabat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
  5. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk menunjukkan banyak basil dan mencegah basil parasit

Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:

  1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam 
  2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:

  1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan 
  2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
  3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl –
Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:

  1. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran 
  2. Banyak ditemukan dalam air sel semua bab tanaman
  3. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat menyerupai kapas

Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-
Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah: 

  1. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa 
  2. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
  3. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
  4. Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2

Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:

  1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan 
  2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis 
  3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Untuk menerima unsur hara mikro yang lengkap yang mampu pribadi diserap tanaman, and mampu menggunakan produk pupuk organik Supernasa yang kandungannya sudah lengkap.