Pastikan Berat Badan Ideal untuk Ikut Ajakan Berlari di Kantor

Ajakan berlari di kantor yang pernah digaungkan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno memang baik. Tapi, ada syarat yang harus diketahui sebelum memulai semoga aman dilakukan, termasuk memiliki berat tubuh ideal.

Menurut pelatih kebugaran dan andal gizi Jansen Ongko, memiliki berat tubuh ideal penting untuk memastikan risiko dari kegiatan berlari berkurang.

“Kelebihan berat tubuh atau obesitas meningkatkan risiko gangguan persendian yang berpotensi terjadi akhir eksklusif berlari,” ungkap Jansen,

Berat tubuh yang ideal yakni berat tubuh yang memiliki komposisi lemak tubuh ideal. Jika komposisi lemak tubuh ideal, maka risiko dari berlari akan berkurang dan sebaliknya.

“Pastikan berat tubuh berada di tingkat normal. Indeks berat tubuh rerata lebih dari 10 persen ke atas termasuk obesitas. Kalau demikian tidak dizinkan eksklusif berlari alasannya yakni mampu membahayakan persendian. Juga tergantung jarak, jikalau semakin jauh berlari maka semakin tinggi risikonya,” terang Jansen.

Untuk itu, sebelum mencoba tantangan atau gaya hidup berlari, mereka yang memiliki berat tubuh berlebih baiknya menjalani latihan untuk menurunkan berat tubuh yang baik dan mengatur teladan makan sebagai solusi untuk sehat, selain berlari.

Siap-siap, Seminggu Sekali Lari ke Kantor!

DKI Jakarta resmi punya pemimpin baru. Wakil Gubernur dikala ini, Sandiaga Uno, pernah melontarkan wangsit perihal gerakan berlari ke kantor.

“Harus buat gerakan berlari, rencananya lari seminggu sekali ke kantor,” kata Sandi dikala itu.

Jika dimaknai sebagai permintaan untuk meningkatkan acara fisik, wangsit yang dilontarkan Wagub yang mendampingi Anies Baswedan ini cukup menarik. Data terbaru dari organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebut angka obesitas dan kelebihan berat tubuh terus mengalami peningkatan. Pada anak dan remaja, jumlahnya naik 10 kali lipat dalam 40 tahun terakhir.

Kurangnya acara fisik, bahu-membahu dengan contoh makan tinggi kalori, merupakan penyebab utama kegemukan. Jika tidak diatasi, dampaknya sangat merusak tubuh. Berbagai penyakit kronis mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes melitus hingga stroke dan serangan jantung, bersahabat kaitannya dengan kegemukan.

Seminggu sekali lari ke kantor, tentu tidak selalu mudah dengan kondisi dikala ini. Untuk itu, Sandi juga menjanjikan pembenahan kemudahan publik termasuk trotoar. Demikian juga untuk bersih-bersih setelah berkeringat, ia juga akan menggiatkan kemudahan mandi di kantor.

“Fasilitas mandi ya, mereka hingga di kantor mereka mampu mandi, mampu juga dengan menggunakan kamar mandi mereka mampu mendapat point, yang nanti didapatkan intensif, medali atau embel-embel bonus, tujuannya mengedepankan kehidupan yang lebih sehat,” kesepakatan Sandi, yang juga punya hobi berlari.

Bagaimana dengan pembaca sudah siap lari ke kantor?

 

Konsumsi Brokoli Setiap Hari Bermanfaat Bagi Kesehatan Usus

Apakah Anda punya persoalan pada usus, menyerupai persoalan pencernaan atau radang usus besar? Jika ya, mulailah dari sekarang untuk mengonsumsi brokoli setiap hari. Pasalnya sayuran hijau yang satu ini dapat membantu menjaga kesehatan usus Anda.

Dilansir dari Indian Express, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Fungsional Foods menyebutkan bahwa sayuran yang mengandung cruciferous menyerupai brokoli, brussels sprouts dan kubis mengandung senyawa kimia organik yang selanjutnya berfungsi memelihara flora usus tetap sehat dan menjaga kekebalan tubuh.

Fungsi penghalang usus yang baik dari terusan gastrointestinal juga membantu melindungi usus dari racun dan mikroorganisme berbahaya, sekaligus membiarkan nutrisi masuk ke dalam sistem.

“Ada banyak alasan mengapa kita ingin mengeksplorasi kesehatan gastrointestinal dan satu alasan ialah jikalau Anda memiliki masalah, menyerupai usus yang bocor, yang kemudian dapat menimbulkan kondisi lain, menyerupai radang sendi dan penyakit jantung,” kata Gary Perdew, Profesor di Pennsylvania State University di AS.

“Menjaga kesehatan Anda tetap sehat dan memastikan Anda memiliki fungsi penghalang yang baik sehingga Anda tidak menerima efek bocor yang sangat besar,” tambahnya.

Untuk keperluan penelitian tersebut, para peneliti melaksanakan tes pada tikus, yang menawarkan bahwa tikus dengan diet komplemen brokoli lebih bisa menoleransi persoalan pencernaan yang serupa dengan gejala radang usus besar atau kolitis daripada yang tidak melakukannya.

Selain menjaga kesehatan usus, brokoli juga dapat membantu mencegah penyakit kanker dan penyakit Crohn (penyakit radang usus kronis). Bahkan penelitian sebelumnya telah mengatakan bahwa brokoli juga dapat membantu mengatur diabetes dan mengurangi risiko kanker prostat.