Cara Membangun Otot Ketika Jalani Diet Vegetarian

Membangun otot tentu membutuhkan sumber protein yang cukup. Ketika seseorang sedang berada dalam diet vegetarian, tentu saja asupan makanan daging yang merupakan sumber protein tinggi tidak dapat masuk daftar menu harian.

Tapi tenang, tetap ada cara untuk menerima badan berotot meski Anda sedang menjalani diet vegetarian. Ini ia caranya, dilansir Body Building, Selasa (17/10/2017).

1. Perhatikan sumber makanan lainnya
Jika Anda vegetarian yang masih mengonsumsi beras merah, quinoa, kacang-kacangan, atau kentang, kesempatan untuk membentuk otot masih terbuka lebar. Namun jikalau Anda benar-benar hanya mengonsumsi sayur dan buah, sebaiknya kombinasikan diet dengan lemak sehat dan makanan kayak protein lainnya.

2. Eksplorasi sumber protein nabati

Meski tidak memakan daging, protein juga mampu didapatkan dari sumber nabati kok. Hanya saja perbedaannya, menurut Jansen Ongko, M.Sc, R.D, spesialis gizi, vegetarian sebaiknya tidak mengambil sumber protein hanya dari salah satu makanan. Sumber protein dari nabati yang mampu jadi pilihan antara lain jamur polong-polongan, dan lainnya.

3. Jangan hingga defisiensi vitamin dan protein

Ketika diet vegetarian, beberapa orang mudah saja mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi, vitamin B12, dan protein. Sehingga, Anda yang menjalaninya tentu harus pintar-pintar menemukan sumber nutrisi ini dari pilihan makanan yang diperbolehkan saat menjalankan vegetarian.

Stamina Oke namun Mr P Loyo Saat Bercinta, Kenapa?

Salam sehat dokter, usia saya 54 tahun dengan stamina cantik menurut medical check up (MCU). Pertanyaannya kenapa Mr P saya kurang keras sewaktu mau bekerjasama sama istri saya? Terimakasih.

E (Laki-laki, 54 tahun)

Jawaban

Usia Anda 54 tahun, dengan status general check-up yang baik, kendatipun berat tubuh agak overweight, patut disyukuri. Dari keluhan Anda, kemungkinan Anda mengalami disfungsi ereksi (DE) tahap awal. Yang biasa dialami oleh pria dewasa, usia 54 tahun. Untuk dapat melaksanakan relasi seksual yang memuaskan, suami dan istri harus memiliki kebugaran seksual.

Apakah kebugaran seksual? Kebugaran seksual yaitu hasrat untuk melaksanakan relasi intim yang didukung oleh jasmani, mental dan rohani yang sehat. Jelasnya, sedang tidak sakit, sedang tidak bingung atau stres. Untuk Anda, upayakan terlebih dulu: exercise fisik secara reguler, cukup istirahat dan tidur, minimal 5-8 jam, mampu mengelola stres jikalau muncul, makan dan minum dengan referensi gizi seimbang.

Bila upaya tersebut di atas sudah Anda lakukan, tapi keluhan DE masih ada, barulah minum obat erektogenik (obat golongan Sildenafil, Tandalafil, Vardenafil) dengan petunjuk dokter keluarga Anda.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.

5 Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat PMS

Saat pramenstruasi, setiap wanita pasti mencicipi PMS atau premenstrual syndrome disertai dengan gejala perut kembung, tubuh pegal-pegal, payudara terasa sakit, mudah marah, doyan makan, dan lainnya.

Hampir semua wanita pernah mengalami itu. Dilansir dari sheknows.com, semua itu mampu diatasi dengan beberapa makanan bergizi yang dapat membuat tubuh jadi lebih baik.

1. Sayuran berdaun hijau

Menurut dr Christine O’Connor dari The Gynecology Centre, sayuran hijau menyerupai bayam, kangkung, kale, brokoli, dan lainnya dapat memberi manfaat bagi tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tidak hanya kaya akan vitamin, sayuran hijau juga kaya akan serat tinggi yang dapat membantu persoalan pencernaan yang sering dikaitkan dengan siklus menstruasi.

2. Kacang-kacangan

Kacang mampu dijadikan makanan kudapan dikala mood berantakan. “Makanan yang kaya akan lemak baik atau omega-3, menyerupai kacang-kacangan dapat membantu,” Kata dr O’Connor.

3. Buah-buahan

Tentulah buah yakni makan ringan yang sehat yang dapat membantu mengatasi persoalan sistem pencernaan dikala PMS. Jangan ragu untuk menyantap buah kesukaanmu demi kesehatan kanal pencernaan.

4. Gandum

Sama halnya dengan buah, gandum mampu membantu tetap bugar walau dalam masa menstruasi. Gandum mengandung banyak serat dan karbohidrat kompleks, yaitu vitamin dan mineral.

5. Daging merah

Saat menstruasi, penting sekali meningkatkan asupan zat besi yang mampu didapat dari daging merah.

“Makanan tinggi zat besi mampu membantu menghindari anemia dan gejala yang mampu menyertainya. Wanita yang makan daging merah akan mampu menerima cukup zat besi dari makanan,” kata dr Sharon R. Thompson dari Pusat Obstetri dan Ginekologi di Central Phoenix.

5 Penyebab Berat Badan Susah Turun Meski Rajin Olahraga

Memikirkan berat tubuh yang tidak turun-turun memang bikin frustrasi. Rajin olahraga bukan jaminan berat tubuh akan ideal, selama masih melaksanakan kesalahan-kesalahan ini.

Selain faktor acara fisik, dalam hal ini olahraga, nutrisi juga besar pengaruhnya pada berat badan. Asupan kalori yang lebih tinggi dibandingkan pembakarannya, terang tidak menguntungkan bagi yang ingin kurus.

Namun dari olahraganya sendiri, ada juga beberapa kesalahan yang perlu dikoreksi.

1. Gerakan kurang variatif
Ketika olahraga, banyak orang berfokus pada satu jenis gerakan. Misalnya untuk mengecilkan perut, sepanjang hari hanya melaksanakan sit up. Gerakan ini memang sangat terfokus pada otot perut, alasannya mengisolasi gerakan otot tersebut. Tentu sangat efektif. Namun dalam hal pembakaran kalori, jauh lebih efektif bila melibatkan kelompok otot lainnya dengan menambahkan gerakan lain sebagai variasi.

2. Intensitas tidak meningkat
Tubuh insan sangat pintar melaksanakan adaptasi, termasuk otot dan sistem saraf. Hanya dalam 6-8 pekan, olahraga seakan kehilangan manfaatnya bila dilakukan dengan intensitas yang sama. Pada titik tersebut, akan terjadi plateau. Berat tubuh tidak lagi turun, seperti mentok. Untuk mengatasinya, secara bertahap intensitas harus selalu ditingkatkan.

3. Fokus hanya pada kardio
Latihan kardiovaskular memang mengkremasi banyak kalori. Maka tidak heran pada pelari dan pesepeda tubuhnya ramping-ramping. Namun jangan mengharapkan tubuh akan seramping itu bila hanya mengandalkan olahraga kardio. Menambahkan sesi latihan beban akan meningkatkan massa otot, yang artinya juga meningkatkan konsumsi energi dari pembakaran kalori.

4. Meremehkan istirahat
Istirahat yaitu episode penting dari latihan. Olahraga dalam kondisi otot letih tidak akan pernah menawarkan hasil maksimal. Butuh rehat untuk memberi kesempatan sel-sel otot memperbaiki diri dari kerusakan, biar berfungsi optimal pada sesi latihan berikutnya.

5. Tidak konsisten
Olahraga berat di final pekan, pasti akan mengkremasi banyak kalori. Tapi jangan berharap berat tubuh akan turun dengan serta merta, bila enam hari berikutnya lebih banyak duduk di depan komputer. Efek olahraga terhadap laju metabolisme akan segera hilang bila tidak dijalankan secara rutin.