Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing

Sumber: http://mkrplkotajogja.blogspot.com/p/pupuk-organik-dari-limbah-ternak.html

Pengolahan materi organik/limbah sangkar biasanya melihat kondisi kandungan air pada kotoran ternak, jikalau kotoran ternak pada kondisi lembap materi decomposer sebaiknya menggunakan decomposer padat/tepung, ditambah materi limbah organik lain (abu, sekam, dolomit, sersah tanaman) biar kelembaban materi organik dengan kadar air 40%.  Sedangkan bila kondisi kotoran ternak kering mampu meggunakan decomposer cair yang dilarutkan pada air kemudian disiramkan sekaligus untuk tujuan mengatur kelembaban dengan kadar air 40%.  
Teknologi pembuatan pupuk organik dari limbah sangkar atau kotoran ternak juga telah banyak dihasilkan dengan banyak sekali cara pengolahan. 

Berikut yakni salah satu cara pengolahan pupuk organik dari materi organik kotoran atau limbah sangkar ternak kambing.  

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING

BAHAN :

  1. 1 ton kotoran kambin
  2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)
  3. 200 kg bubuk sekam
  4. 4 kg primadec (decomposer)
  5.  6 kg pupuk SP-36

Alat :

  1. Cangkul
  2. Terpal
  3. Ember

Tahapan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP)  Kotoran Kambing

  1. Siapkan daerah atau hamparan yang ternaungi dan jikalau hujan daerah tersebut tidak tergenang air.
  2. Lakukan proses pencampuran bahan, biar mudah dan merata mampu dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  3. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan sersah materi organik lain setebal kurang lebih 30 cm dan taburkan dolomit, bubuk dan decomposer secukupnya.
  4. Kemudian siapkan pupuk SP-36 secukupnya dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disirampkan pada lapisan tersebut sampai kadar air mencapai 40%. Atau mampu diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  materi organik tidak pecah dikala genggaman tangan dibuka.
  5. Buat lapisan berikutnya sampai semua materi habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah sampai mengakibatkan timbunan baru.
  6. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup. 
  7. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan episode pinggir terpal diberi beban sehingga jikalau ada angin terpal tidak terbuka.
  8. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu ahad terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan santunan airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan dikala pembongkaran gundukan.

Cara aplikasi pada tanaman :
Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan dikala pengolahan lahan, Pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada episode ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada sempurna dibawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tahan. 

limbah
Image by: http://bertanibuahnaga.blogspot.com